Hak Guna Usaha Perkebunan Sawit ditengah Degradasi Hutan dan Lahan

Degradasi lahan dan hutan adalah proses dimana kondisi lingkungan biofisik berubah akibat aktifitas manusia terhadap suatu lahan dan hutan, perubahan kondisi lingkungan tersebut cenderung merusak dan tidak diinginkan, Kerusakan lingkungan ini bisa menyebabkan berkurangnya tutupan hutan, berdampak secara signifikan terhadap kondisi alam sekitar, serta bisa mengakibatkan bencana alam, seiring dengan maraknya Penambahan kuota perkebunan sawit yang dilakukan oleh manusia dengan memperluas Hak Guna Usahanya (Hak Guna Usaha adalah hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai oleh negara dalam jangka waktu tertentu sebagaimana disebutkan dalam pasal 29 UUPA) ini akan semakin meningkatkan terjadinya Degradasi terhadap lahan maupun hutan, mengingat tanaman sawit yang menyerap air tanah yang sangat banyak pada musim kemarau dan tidak mampu menyerap air ketika musim penghujan, hal ini bisa mengakibatkan terjadinya kekeringan di musim kemarau dan banjir di musim penghujan.
Ancaman degradasi lahan juga bisa terjadi karena Erosi tanah yang disebabkan oleh kemerosotan tingkat produktivitas lahan DAS bagian hulu dan kualitas lahan kritis semakin meluas, penggunaan lahan diatas daya dukungnya tanpa diimbangin dengan upaya konservasi dan perbaikan kondisi lahan sering menyebabkan degradasi lahan.
Oleh karena itu kami ingin mendorong peraturan perlindungan hutan, dan meningkatkan status kawasan hutan, supaya tidak ada pihak yang bisa merusak ekosistem kawasan hutan ini, dan kita bisa mulai memperbaiki hutan alam setelah status kawasan hutan tersebut sudah tidak bisa diganggu oleh pihak yang bisa merugikan ekosistem hutan

Sekretariat Bytra

Sekretariat Bytra

Jalan Antara No.1, Gampong Teumpok Teungoh,

Kec. Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh Kode Pos. 24351