Aceh dan Masalah Lingkungan Hidup

Hutan Tanaman Rakyat yang sudah mendapat IUPHHK-HTR di Aceh sebanyak 3 unit yaitu 1 unit di Kabupaten Bireuen (Kopwan Seulanga Aneuk Nanggroe) dan 2 unit di Aceh Utara (Koperasi Tuah Nanggroe Aceh 811 Ha) melalui (SK.282/Menhut-II/2009 Tgl13 Mei 2009), Kop. Ikapeda 1.155 Ha (SK.721/Menhut-II/2009 Tgl19 Oktober 2009). Usulan pencadangan areal di Aceh seluas 3.667 Ha, sedangkan luas areal yang sudah dikeluarkan SK Pencadangan oleh Menteri Kehutanan seluas 10.884 Ha dengan jenis tanaman Jabon, Mahoni, Sengon.

Produksi kayu bulat di Aceh pada 2012 berjumlah 185.358,48 m3, yang berasal dari 3 sumber yaitu IUPHHK pada HTI, Izin Pemanfaatan Kayu (IPK), Hutan Rakyat, Kayu perkebunan dan hasil lelang. Masing-masing produksinya yaitu IUPHHK pada HTI sebanyak 8.043,81 m3, IPK sebanyak 2.196,33 m3, kayu perkebunan 169.348,50 m3, dan hasil lelang 475,98 m3. HHBK yang dikembangkan di Aceh, yaitu Rotan produksinya mencapai 90.590 Kg, Cendana 14.000 Kg, dan Arang kayu 155.000 Kg.

Perlindungan hutan
Untuk memperkuat upaya-upaya perlindungan hutan dalam priode 2007-2008 telah dilakukan rekruitmen petugas pengamanan hutan (Pamhut) sebanyak 2.000 Orang yang mempunyai tugas pengamanan hutan dan pencegahan perambahan hutan (illegal logging). Pemanfaatan jasa lingkungan dari kawasan hutan khususnya untuk kegiatan wisata alam sudah lama dikembangkan di Aceh, hal ini didukung dengan keberadaan berbagai potensi yang ada antara lain: Cagar Alam Pinus Strain Aceh (16.940 Ha) di Aceh Besar, Cagar Alam Serbajadi (300 Ha) di Aceh Tamiang, Suaka Margasatwa Rawa Singkil (102.370 Ha) di Aceh Singkil, Taman Hutan Raya (Tahura) Po Cut Meurah Intan (6.300 Ha) di Aceh Besar, Taman Nasional Gunung Leuser (623.987 Ha) di Aceh Tenggara, Taman Wisata Alam Iboih (1.200 Ha) di Sabang, Taman Wisata Alam Kepulauan Banyak (16.200 Ha) di Aceh Singkil, Taman Wisata Alam Lhok Asan (PLG 112 Ha) di Aceh Utara, Taman Buru Lingga Isaq (86.704 Ha) di Aceh Tengah.
- Advertisement -

Dari data Walhi Aceh (2016), sejauh ini ada empat perusahaan yang memegang Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Pada Hutan Alam (IUPHHK-HA), dengan total luas wilayah kelola 252.550 Ha. Keempat perusahaan tersebut adalah PT Lamuri Timber, PT Aceh Inti Timber, PT Raja Garuda Mas Unit II dan Koperasi Pondok Pesantren Najmussalam. Sedangkan pemegang Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Pada Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI) sebanyak delapan perusahaan dengan total wilayah kelola 252.519 Ha. Perusahaan tersebut adalah PT Gunung Medang Raya Utama Timber, PT Tusan Hutani Lestari, PT Nusa Indrapuri, PT Rimba Wawasan Permai, PT Rimba Penyangga Utama, PT Rimba Timur Sentosa, PT Madum Payah Tamita, PT Rencong Pulm dan Paper Industri.

Pada 2016 lalu, hutan desa di Aceh memiliki luas 47.594 Ha dengan rincian 370 Ha di Aceh Timur, 2.221 Ha di Pidie Jaya, 44.7984 Ha di Pidie, dan 200 Ha di Aceh Tamiang. Tidak ada perkembangan apapun untuk Izin Usaha pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Rakyat pada tahun ini. Data sebelum 2016, IUPHHK-HTR yang pernah dikeluarkan adalah untuk Aceh Utara seluas 1.966 Ha yang dikelola oleh dua koperasi. Bireuen dengan luas 1.335 Ha yang dikelola oleh tiga koperasi. Aceh Besar dikelola oleh satu kelompok dengan luas kawasan 244,4 Ha. Total keseluruhan 3.542 Ha.

Melihat trend tidak adanya penambahan HKm, hutan desa dan IUPHHK-HTR pada 2016, menunjukkan bahwa Pemerintah Aceh belum mengikuti Nawacita terkait perluasan wilayah kelola masyarakat seluas 12,7 juta Ha. Alih fungsi hutan dan lahan yang mencapai angka 62.240,59 Ha.

Oleh karenanya, penulis mendorong agar adanya perbaikan tatakelola sektor hutan dan lahan. Selain itu, harusnya pemerintah bersama lembaga teknis untuk memperkuat kontrol terhadap industri yang sedang mencari keuntungan di Aceh dengan mengedepankan pengakuan wilayah kelola masyarakat Aceh dari sekarang, atau menyesal selamanya karena kehilangan ruang secara pelan namun pasti. Nah!

oleh : Muhammad Nur | Direktur Walhi Aceh.
Sumber : http://www.jeumpanews.com

Sekretariat Bytra

Sekretariat Bytra

Jalan Antara No.1, Gampong Teumpok Teungoh,

Kec. Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh Kode Pos. 24351